Nah..meski blom ada tulisan aseli karyaQ, tapi di sini masih bisa saia tuliskan banyak karangan indah dari penulis-penulis handal. Kali ini giliran Asma Nadia. Tau nggak??? Di bawah ini akan saia tuliskan beberapa torehan-torehan seorang istri kepada suaminya.
Hal. Ix
Aku mencoba mengerti
Jika kau terkadang tak memahami
Kenapa aku menangis
Hanya karena hal-hal sepele
Yang menurutmu
Tak layak mencairkan air mataku
Suamiku.
Bagaimana menjelaskannya padamu?
Aku perempuan,
Yang memiliki siklus tertentu
Di mana emosiku terpau lebih cepat
Hingga mudah terbakar cemburu
Jika kau ingin membantuku
Melewati waktu-waktu sulit itu,
Agar aku tak menjelma istri menyebalkan,
Ini caranya:
Jadilah cermin ajaib
Yang hanya punya satu jawaban
Untuk Sang Ratu.
Asma Nadia. Rumah kita, 21 Februari 1996
Waktu mengajarkanku
Untuk menata cemburu
Agar sesuai dengan konsep Yang Maha.
Bukan cemburu buta yang tanpa cahaya
Tetapi mencoba meniru cemburu-Nya terhadap hamba
Yang mencoba menyentuh larangan-Nya.
Jadi perkenankan aku menyatakan cemburu
Pada detik-detik aku merasa
Allah pun tengah cemburu padamu.
Asma Nadia. Rumah kita, November 2006
